Milih Rumah Sakit Nggak Bisa Asal: Panduan Biar Keluarga Kamu Aman dan Nyaman

Saat keluarga kita sakit atau butuh perawatan, hal pertama yang dicari pasti rumah sakit terbaik.
Tapi, banyak orang masih memilih rumah sakit cuma karena “dekat dari rumah” atau “kata tetangga bagus.”
Padahal, memilih rumah sakit bukan perkara sepele. Salah pilih bisa bikin proses penyembuhan jadi nggak maksimal, biaya membengkak, bahkan bikin pasien dan keluarga stres.

Supaya kamu nggak salah langkah, berikut panduan lengkap cara memilih rumah sakit yang aman, nyaman, dan terpercaya — biar keluarga kamu dapat perawatan terbaik tanpa drama.


🩺 1. Pastikan Rumah Sakit Punya Izin dan Akreditasi Resmi

Hal paling dasar tapi sering dilupakan: cek legalitas rumah sakit.
Rumah sakit yang baik pasti sudah terdaftar dan terakreditasi resmi oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) atau lembaga serupa.

Kenapa ini penting?
Karena akreditasi menjamin bahwa fasilitas, tenaga medis, dan standar pelayanannya sudah memenuhi aturan nasional dan internasional.
Artinya, pasien akan mendapat pelayanan medis yang aman, profesional, dan sesuai prosedur.

Cara mengeceknya:

  • Lihat plakat akreditasi yang biasanya dipajang di lobby rumah sakit.

  • Cek website kars.or.id untuk melihat status akreditasi rumah sakit yang kamu tuju.

  • Jangan ragu bertanya ke petugas pendaftaran, “Apakah rumah sakit ini sudah terakreditasi KARS?”

Kalau belum, sebaiknya pikir dua kali. Kesehatan keluarga bukan tempat buat coba-coba.


🧑‍⚕️ 2. Cek Kompetensi Dokter dan Tenaga Medis

Rumah sakit yang bagus bukan cuma punya gedung mewah, tapi juga tenaga medis yang kompeten dan berpengalaman.

Kamu bisa perhatikan hal-hal berikut:

  • Apakah dokter spesialisnya tersedia sesuai kebutuhan pasien? (misalnya spesialis anak, jantung, paru, atau bedah).

  • Apakah mereka punya jadwal tetap dan mudah diakses?

  • Bagaimana cara komunikasi dokter dan perawat terhadap pasien — ramah atau terburu-buru?

Dokter yang baik bukan cuma pintar, tapi juga mau mendengarkan.
Kalau kamu merasa dokter tidak terbuka menjelaskan diagnosa atau pengobatan, mungkin rumah sakit itu belum punya standar komunikasi yang baik.

Tips tambahan:
Beberapa rumah sakit punya fitur profil dokter di website-nya — kamu bisa lihat riwayat pendidikan, pengalaman, dan jadwal praktiknya sebelum datang.


🏢 3. Perhatikan Kebersihan dan Kenyamanan Lingkungan

Rumah sakit seharusnya jadi tempat penyembuhan, bukan sumber stres baru.
Maka dari itu, kebersihan dan kenyamanan jadi faktor penting dalam memilih.

Coba perhatikan saat pertama kali kamu datang:

  • Apakah ruang tunggu bersih dan tidak berbau obat menyengat?

  • Apakah kamar pasien terang, rapi, dan ventilasinya baik?

  • Apakah toilet dan area umum terawat dengan baik?

Kenyamanan lingkungan juga berpengaruh ke pemulihan mental pasien.
Pasien yang dirawat di tempat bersih dan nyaman biasanya lebih cepat sembuh karena lebih tenang dan rileks.

Kalau kamu menemukan rumah sakit dengan lantai kotor, perawat cuek, atau ruangan pengap, itu tanda manajemen kebersihan mereka kurang baik — sebaiknya cari alternatif lain.


💳 4. Pastikan Rumah Sakit Bekerja Sama dengan Asuransi atau BPJS

Kesehatan adalah prioritas, tapi biaya pengobatan juga harus realistis.
Jadi, pastikan rumah sakit pilihanmu menerima pembayaran lewat BPJS Kesehatan atau asuransi swasta yang kamu miliki.

Kamu bisa tanyakan:

  • Apakah rumah sakit ini kerja sama resmi dengan BPJS?

  • Apakah ada klaim cashless untuk asuransi swasta tertentu?

  • Bagaimana sistem pembayarannya — langsung, deposit, atau reimburse?

Jangan tunggu pasien masuk IGD baru bingung soal biaya.
Dengan memastikan hal ini dari awal, kamu bisa fokus pada penyembuhan tanpa stres mikirin tagihan.

Tidak heran kalau mahjong selalu masuk daftar top game gacor di situs COY99 setiap harinya.

Kalau kamu pengguna BPJS, pilih rumah sakit yang memiliki fasilitas rujukan berjenjang agar proses administrasi lebih cepat dan tidak ditolak.


🏨 5. Lihat Ketersediaan Fasilitas Medis dan Penunjang

Rumah sakit yang baik punya fasilitas lengkap dan terawat — bukan hanya alatnya banyak, tapi juga fungsional dan up-to-date.

Cek beberapa fasilitas dasar berikut:

  • Ruang IGD (24 jam, lengkap dengan peralatan gawat darurat).

  • Laboratorium dan radiologi (hasil cepat, alat modern).

  • ICU atau NICU untuk pasien dengan kondisi serius.

  • Fasilitas rawat inap (kelas 1, 2, 3, VIP — tergantung kebutuhan).

  • Apotek dan instalasi farmasi lengkap.

Kalau rumah sakit tidak punya fasilitas laboratorium sendiri, atau alat diagnosa sering rusak, bisa jadi pelayanan medisnya tidak maksimal.
Untuk kasus tertentu seperti jantung, paru, atau anak, sebaiknya cari rumah sakit yang punya pusat layanan spesialis.


📞 6. Pelayanan dan Komunikasi Petugas Rumah Sakit

Selain fasilitas, pelayanan manusiawi juga menentukan kualitas rumah sakit.
Kamu pasti ingin keluarga dirawat oleh tim yang ramah, sabar, dan sigap membantu.

Coba perhatikan saat kamu menghubungi rumah sakit:

  • Apakah petugas resepsionis menjawab dengan sopan dan informatif?

  • Apakah antrian pelayanan di IGD atau poliklinik tertata baik?

  • Apakah perawat sigap merespons panggilan pasien di kamar rawat?

Rumah sakit yang punya sistem pelayanan baik biasanya juga punya alur komunikasi jelas antar-bagian, sehingga pasien tidak kebingungan bolak-balik dari pendaftaran ke kasir atau farmasi.

Kalau kamu merasa pelayanan di awal saja sudah membingungkan atau lambat, bisa dipastikan saat perawatan nanti pun akan terasa tidak nyaman.


🚑 7. Lokasi, Akses, dan Fasilitas Darurat

Faktor lokasi memang penting, apalagi saat keadaan darurat.
Tapi, bukan berarti rumah sakit terdekat selalu terbaik.

Pertimbangkan hal ini:

  • Apakah akses jalan ke rumah sakit mudah dilalui kendaraan, termasuk ambulans?

  • Apakah tersedia parkir yang cukup dan aman?

  • Apakah rumah sakit menyediakan ambulans 24 jam yang bisa di hubungi cepat?

Beberapa rumah sakit modern bahkan sudah menyediakan layanan darurat online lewat aplikasi atau call center — kamu bisa minta ambulans atau konsultasi dokter sebelum tiba di lokasi.

Kalau rumah sakit tidak punya sistem darurat yang cepat dan terorganisir, bisa berisiko besar untuk pasien gawat.


👨‍👩‍👧‍👦 8. Kenyamanan Keluarga dan Pengunjung

Pasien butuh istirahat, tapi keluarga juga perlu ruang untuk mendampingi.
Rumah sakit yang nyaman biasanya menyediakan:

  • Ruang tunggu keluarga dengan fasilitas duduk dan charger.

  • Kantin bersih dan harga terjangkau.

  • Akses informasi pasien yang mudah (tanpa harus “kenal orang dalam”).

Keluarga yang tenang akan lebih mudah membantu proses penyembuhan pasien.
Jadi, jangan remehkan aspek human touch dalam memilih rumah sakit.


💬 9. Baca Ulasan dan Pengalaman Orang Lain

Sebelum memutuskan, luangkan waktu untuk baca review pasien lain.
Kamu bisa cari di Google Maps, forum kesehatan, atau media sosial.

Perhatikan pola komentar:

  • Kalau banyak yang bilang pelayanan lambat dan cuek, berarti itu masalah manajemen.

  • Kalau banyak yang memuji dokter tertentu, bisa jadi itu keunggulan rumah sakit tersebut.

Tapi ingat, baca review dengan objektif. Kadang satu pengalaman buruk tidak mewakili keseluruhan sistem.
Gunakan ulasan itu sebagai referensi tambahan, bukan satu-satunya patokan.


❤️ 10. Sesuaikan dengan Kebutuhan Keluarga

Setiap keluarga punya kebutuhan berbeda.
>Kalau kamu punya anak kecil, pastikan rumah sakit punya layanan anak dan vaksinasi lengkap.
>Kalau ada lansia di rumah, pilih yang punya layanan geriatri atau rehabilitasi.
>Kalau kamu sering rawat jalan, pilih rumah sakit yang dekat tapi punya reputasi baik.

Tujuan utamanya bukan cuma “sembuh,” tapi proses penyembuhan yang nyaman dan aman untuk seluruh keluarga.

Rumah sakit bukan tempat yang ingin sering kita datangi, tapi saat keadaan memaksa, pastikan kita memilih dengan bijak.
Jangan hanya tergiur oleh fasilitas mewah atau promosi media sosial.
Perhatikan legalitas, dokter, kebersihan, pelayanan, dan fasilitas daruratnya.

Karena di balik gedung tinggi dan ruang ber-AC, yang paling penting adalah rasa aman dan kepercayaan bahwa keluarga kamu dirawat dengan sepenuh hati.

Baca juga:
Peran dan Tugas Ahli Gizi di Rumah Sakit Penjaga Keseimbangan

Jadi, sebelum kamu butuh rumah sakit, sempatkan waktu untuk mengenali dan menyiapkan pilihan terbaik dari sekarang.
Karena kesehatan keluarga terlalu berharga untuk di serahkan pada pilihan yang asal-asalan. ❤️🏥


Peran dan Tugas Ahli Gizi di Rumah Sakit Penjaga Keseimbangan

Peran dan Tugas Ahli Gizi di Rumah Sakit Penjaga Keseimbangan Nutrisi Pasien

Dalam dunia kesehatan, peran ahli gizi sering kali kurang mendapat sorotan dibandingkan profesi medis lainnya. Padahal, ahli gizi memiliki peran yang sangat penting dalam proses penyembuhan dan perawatan pasien, khususnya di rumah sakit. Peran dan Tugas Ahli Gizi bukan hanya sekadar menyusun menu makanan, tetapi juga merancang terapi nutrisi yang tepat guna mendukung pemulihan pasien secara optimal.

1. Penilaian Status Gizi Pasien

Tugas utama ahli gizi di rumah sakit di mulai dari melakukan asesmen atau penilaian status gizi pasien. Ketika seorang pasien di rawat, terutama dengan kondisi kronis atau kritis, status gizinya harus di evaluasi. Ini di lakukan dengan berbagai metode, mulai dari pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh), wawancara diet, pemeriksaan laboratorium, hingga analisis kondisi medis pasien.

Dari penilaian ini, ahli gizi dapat mengetahui apakah pasien mengalami malnutrisi, kelebihan gizi, atau kebutuhan khusus lainnya. Informasi ini sangat penting untuk menentukan intervensi gizi yang tepat.

2. Penyusunan Rencana Terapi Gizi

Setelah penilaian dilakukan, ahli gizi akan menyusun rencana terapi gizi individual. Terapi ini di sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien berdasarkan kondisi medisnya. Misalnya, pasien dengan diabetes akan diberikan diet rendah gula, sementara pasien gagal ginjal akan di berikan diet rendah protein dan garam.

Rencana terapi gizi ini di rancang tidak hanya berdasarkan teori, tetapi juga hasil kerja sama dengan tim medis lainnya seperti dokter, perawat, dan apoteker. Ahli gizi juga harus menyesuaikan rencana tersebut dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya pasien agar terapi dapat di terima dan di jalankan dengan baik.

3. Monitoring dan Evaluasi

Tugas ahli gizi tidak berhenti pada perencanaan saja. Mereka juga bertanggung jawab untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap asupan gizi pasien selama masa perawatan. Ahli gizi akan memantau apakah pasien dapat menghabiskan makanannya, apakah ada keluhan terhadap menu yang di berikan, serta apakah terjadi perubahan status gizi atau kondisi klinis pasien.

Evaluasi ini di lakukan secara berkala, dan jika diperlukan, rencana terapi akan di sesuaikan kembali. Ini menunjukkan bahwa proses terapi gizi bersifat dinamis dan memerlukan keterlibatan aktif dari ahli gizi.

4. Pendidikan dan Konseling Gizi

Selain memberikan terapi, ahli gizi juga bertugas melakukan edukasi dan konseling kepada pasien dan keluarganya. Edukasi ini bertujuan agar pasien memahami pentingnya pola makan yang sehat sesuai dengan kondisi kesehatannya. Misalnya, pasien hipertensi di ajarkan untuk mengurangi konsumsi natrium, atau pasien dengan kolesterol tinggi di anjurkan untuk membatasi makanan berlemak jenuh.

Konseling ini penting agar pasien dapat melanjutkan pola makan sehat meskipun sudah tidak di rawat di rumah sakit. Dengan begitu, risiko kekambuhan atau komplikasi penyakit dapat di tekan.

5. Koordinasi dengan Dapur Rumah Sakit

Ahli gizi juga memiliki tanggung jawab untuk mengawasi produksi makanan di instalasi gizi atau dapur rumah sakit. Mereka harus memastikan bahwa makanan yang di sajikan sesuai standar gizi, aman, higienis, dan sesuai dengan diet masing-masing pasien. Ahli gizi bekerja sama dengan juru masak dan petugas gizi lainnya untuk memastikan tidak terjadi kesalahan pemberian makanan.

Baca juga: Rekomendasi Rumah Sakit Di Lampung Dengan Pelayanan Kesehatan Terbaik

Ahli gizi di rumah sakit adalah bagian integral dari tim pelayanan kesehatan. Dengan keahlian mereka dalam ilmu gizi dan di etetika, mereka membantu memastikan bahwa pasien mendapatkan asupan nutrisi yang tepat, yang pada akhirnya berkontribusi besar terhadap keberhasilan proses penyembuhan. Oleh karena itu, keberadaan dan peran ahli gizi di rumah sakit tidak bisa di pandang sebelah mata mereka adalah penjaga keseimbangan nutrisi yang vital bagi pemulihan pasien.

Memahami Biaya Berobat di RS Faktor, Jenis

Memahami Biaya Berobat di RS Faktor, Jenis, dan Cara Mengelolanya

Berobat ke rumah sakit merupakan salah satu langkah penting ketika kesehatan terganggu. Namun, banyak orang sering kali terkejut dengan tingginya biaya yang harus di keluarkan, terutama jika tidak memiliki perlindungan asuransi. Biaya berobat di rumah sakit bisa bervariasi tergantung pada jenis layanan, fasilitas rumah sakit, hingga kebijakan pemerintah setempat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk Memahami Biaya Berobat di RS agar bisa mengelola keuangan dengan lebih bijak saat menghadapi situasi darurat kesehatan.

Komponen Biaya Berobat di Rumah Sakit

Secara umum, biaya berobat di rumah sakit terdiri dari beberapa komponen utama:

  1. Biaya Konsultasi Dokter
    Biaya ini di kenakan untuk pemeriksaan awal dan berkala oleh dokter umum maupun spesialis. Tarifnya bisa bervariasi tergantung pada tingkat keahlian dokter dan lokasi rumah sakit. Rumah sakit swasta biasanya memiliki tarif lebih tinggi di banding rumah sakit pemerintah.

  2. Biaya Tindakan Medis dan Operasi
    Jika pasien membutuhkan tindakan medis khusus atau operasi, biaya ini bisa menjadi yang paling mahal. Misalnya, operasi kecil bisa memakan biaya jutaan rupiah, sementara operasi besar seperti bedah jantung atau ortopedi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

  3. Biaya Rawat Inap
    Biaya ini tergantung pada kelas kamar yang di pilih, durasi rawat inap, serta perawatan yang di perlukan. Kamar VIP tentu akan jauh lebih mahal di bandingkan kelas 3. Rumah sakit juga biasanya menambahkan biaya administrasi dan pelayanan selama pasien dirawat.

  4. Biaya Obat dan Alat Kesehatan
    Harga obat yang diberikan oleh rumah sakit kadang lebih mahal dibandingkan harga di apotek luar. Selain itu, jika diperlukan penggunaan alat medis khusus seperti oksigen, kateter, atau ventilator, maka akan ada tambahan biaya.

  5. Biaya Penunjang MedisPemeriksaan laboratorium, rontgen, CT Scan, MRI, dan berbagai tes diagnostik lainnya juga berkontribusi terhadap total biaya pengobatan.

Perbedaan Biaya di Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta

Rumah sakit pemerintah biasanya lebih terjangkau karena mendapat subsidi dari negara, terutama bagi pasien dengan jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan. Sebaliknya, rumah sakit swasta umumnya menawarkan layanan yang lebih cepat, fasilitas lebih lengkap, namun dengan biaya yang jauh lebih tinggi. Misalnya, perbedaan biaya rawat inap antara rumah sakit pemerintah kelas 1 dan rumah sakit swasta bisa mencapai dua kali lipat atau lebih.

Pentingnya Perlindungan Asuransi Kesehatan

Untuk meringankan beban biaya berobat, memiliki asuransi kesehatan sangat di sarankan. BPJS Kesehatan, misalnya, bisa menanggung hampir seluruh biaya perawatan di rumah sakit mitra jika prosedurnya sesuai dengan ketentuan. Selain BPJS, ada pula asuransi kesehatan swasta yang menawarkan perlindungan lebih fleksibel dengan premi tertentu.

Namun, penting untuk memahami manfaat dan batasan polis asuransi. Tidak semua layanan di tanggung penuh, dan ada batas klaim tahunan serta sistem reimbursement yang harus di perhatikan.

Tips Mengelola Biaya Berobat

Agar tidak kaget dengan tagihan rumah sakit, berikut beberapa tips yang bisa di terapkan:

  • Selalu siapkan dana darurat, idealnya 3–6 kali pengeluaran bulanan.

  • Gunakan layanan BPJS atau asuransi jika tersedia dan pastikan prosedur rujukan di ikuti dengan benar.

  • Tanyakan rincian biaya di awal, terutama untuk prosedur atau operasi yang tidak mendesak.

  • Bandingkan biaya antar rumah sakit, terutama untuk rawat jalan atau operasi elektif.

  • Jaga kesehatan secara preventif agar tidak perlu sering ke rumah sakit.

Baca juga: Rekomendasi Rumah Sakit Di Lampung Dengan Pelayanan Kesehatan Terbaik

Biaya berobat di rumah sakit bisa menjadi beban yang sangat berat jika tidak di persiapkan. Oleh karena itu, memahami komponen biaya, memilih fasilitas yang sesuai, dan memiliki perlindungan finansial melalui asuransi merupakan langkah bijak dalam mengelola kesehatan dan keuangan. Di tengah naiknya biaya layanan kesehatan, kesadaran dan perencanaan menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam masalah finansial saat sakit datang.

RS Terbesar di Jakarta Pilar Utama Kesehatan Ibukota

RS Terbesar di Jakarta Pilar Utama Kesehatan Ibukota

Jakarta, sebagai ibukota negara Indonesia, merupakan pusat pemerintahan, bisnis, dan juga kesehatan. Dalam menghadapi kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks dan meningkat, keberadaan rumah sakit besar dan berkualitas menjadi sangat krusial. RS Terbesar di Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga sebagai pusat riset, pendidikan medis, serta layanan spesialis yang lengkap.

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)

Salah satu rumah sakit terbesar dan ternama di Jakarta adalah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). RSCM merupakan rumah sakit milik pemerintah yang berlokasi di pusat Jakarta dan berfungsi sebagai rumah sakit rujukan nasional. Dengan kapasitas lebih dari 1000 tempat tidur, RSCM menawarkan layanan medis yang lengkap, mulai dari pelayanan rawat inap, rawat jalan, hingga fasilitas IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang siap melayani kebutuhan mendesak 24 jam.

Keunggulan RSCM tidak hanya dari segi kapasitas, tetapi juga dari keberadaan berbagai departemen spesialis seperti kardiologi, onkologi, bedah saraf, dan lain-lain. RSCM juga berperan sebagai pusat pendidikan bagi mahasiswa kedokteran dari berbagai universitas di Indonesia, menjadikannya sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan ilmu kesehatan yang sangat penting.

Rumah Sakit Mitra Keluarga

Selain RSCM, Rumah Sakit Mitra Keluarga juga termasuk salah satu jaringan rumah sakit terbesar di Jakarta. Rumah sakit ini dikenal luas karena menyediakan layanan kesehatan yang mengutamakan kenyamanan pasien dengan berbagai fasilitas modern dan layanan yang cepat. Mitra Keluarga memiliki beberapa cabang di Jakarta dan sekitarnya, sehingga memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Rumah Sakit Pondok Indah

Tidak kalah penting adalah Rumah Sakit Pondok Indah, yang merupakan rumah sakit swasta terbesar di Jakarta. Rumah sakit ini menawarkan layanan premium dengan fasilitas lengkap dan teknologi medis canggih. Berlokasi strategis di kawasan elite Jakarta Selatan, Pondok Indah Hospital juga di kenal karena kualitas pelayanan yang berstandar internasional, termasuk layanan khusus seperti transplantasi organ, bedah plastik, dan perawatan kanker.

Menariknya, perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi juga memengaruhi bagaimana masyarakat mencari dan mendapatkan layanan kesehatan. Di era digital ini, berbagai aspek kehidupan, termasuk hiburan dan kesehatan, bisa berjalan berdampingan. Misalnya, ketika seseorang mencari hiburan online seperti slot casino online indonesia, mereka juga bisa dengan mudah mengakses informasi tentang rumah sakit terbesar di Jakarta. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi digital membawa kemudahan dalam berbagai aspek, mulai dari hiburan hingga kebutuhan medis.

Kembali ke topik rumah sakit, Jakarta juga memiliki beberapa rumah sakit besar lain yang memiliki kapasitas besar dan fasilitas lengkap. Seperti RS Siloam, RS Hermina, dan RS Fatmawati. Setiap rumah sakit tersebut memiliki keunggulan dan spesialisasi tertentu yang menjawab kebutuhan beragam pasien di ibukota.

Pentingnya rumah sakit terbesar di Jakarta tidak hanya di lihat dari segi kapasitas. Melainkan juga perannya dalam penanggulangan bencana dan situasi darurat seperti pandemi COVID-19. Rumah sakit-rumah sakit ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Dengan sumber daya manusia yang berkompeten serta fasilitas yang memadai, rumah sakit-rumah sakit tersebut mampu memberikan penanganan terbaik kepada pasien.

Baca juga: Rekomendasi Rumah Sakit Di Lampung Dengan Pelayanan Kesehatan Terbaik

Sebagai kesimpulan, rumah sakit terbesar di Jakarta memainkan peranan vital dalam menjaga kesehatan masyarakat ibukota. Dari segi kapasitas, fasilitas, tenaga medis, hingga teknologi kesehatan, rumah sakit-rumah sakit ini terus berupaya memberikan pelayanan terbaik demi menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif. Di era digital sekarang ini, meskipun hiburan menjadi salah satu aktivitas masyarakat. Kesehatan tetap menjadi prioritas utama yang harus di jaga dengan baik.